Langsung ke konten utama

*APA ARTI MASYA ALLAH?*

Tentu tidak asing lagi ucapan “Masya Allah“ (ما شاء الله) di tengah kaum Muslimin. Bahkan pembaca sekalian mungkin sudah sering mengucapkannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

_“Disyariatkan bagi orang mukmin ketika melihat sesuatu yang membuatnya takjub hendaknya ia mengucapkan ‘Masya Allah‘ atau ‘Baarakallahu Fiik‘ atau juga ‘Allahumma Baarik Fiihi‘ sebagaimana firman Allah Ta’ala:_

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

_Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH” (QS. Al Kahfi: 39)_

(Fatawa Nurun ‘alad Darbi, no.39905)

Sebagian orang mempermasalahkan penulisan “Masya Allah” atau “Masha Allah” atau “Maasyaa Allah” atau “Masyallah”. Mungkin bagi mereka yang benar adalah “Maa Syaa-Allah” atau “Maa Syaa-a Allah”.

Namun hal ini sebenarnya tidak patut dipermasalahkan, semuanya bisa digunakan. Karena memang tulisan huruf latin tidak bisa mengakomodasi bahasa Arab dengan sempurna. Sehingga yang penting adalah pengucapan lisannya. Bahkan dalam tulisan formal, hendaknya mengikuti kaidah transliterasi berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri P dan K Nomor 158 tahun 1987 – Nomor: 0543 b/u/1987.
Jika dengan pedoman ini, maka penulisan yang baku adalah: Māsyā-a Allāhu

Namun, sekali lagi, ini bukan masalah besar selama tidak terlalu jauh dari pengucapan Arabnya.


*Tahukah anda apa makna dari ucapan “Masya Allah“?*

Simak penjelasan berikut:

Di dalam kitab Tafsir Al Quranul Karim Surat Al Kahfi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa kalimat “Masya Allah” (ما شاء الله) bisa diartikan dengan dua makna. Hal tersebut dikarenakan kalimat “maa syaa Allah” (ما شاء الله) bisa di-i’rab dengan dua cara di dalam bahasa Arab.

*I’rab* adalah penjabaran struktur kalimat di dalam bahasa Arab.

1. I’rab yang pertama dari “Masya Allah” (ما شاء الله) adalah dengan menjadikan kata “maa” (ما) sebagai isim maushul (kata sambung) dan kata tersebut berstatus sebagai khabar (predikat).

Mubtada’ (subjek) dari kalimat tersebut adalah mubtada’ yang disembunyikan, yaitu “hadzaa” (هذا). Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah:

هذا ما شاء الله

/hadzaa maa syaa Allah/

Jika demikian, maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah: “inilah yang dikehendaki oleh Allah”.

2. Adapun i’rab yang kedua, kata “maa” (ما) pada “maa syaa Allah” merupakan maa syarthiyyah (kata benda yang mengindikasikan sebab) dan frase “syaa Allah” (شاء الله) berstatus sebagai fi’il syarath (kata kerja yang mengindikasikan sebab). Sedangkan jawab syarath (kata benda yang mengindikasikan akibat dari sebab) dari kalimat tersebut tersembunyi, yaitu “kaana” (كان) . Dengan demikian, bentuk seutuhnya dari kalimat “maa syaa Allah” adalah:

ما شاء الله كان

/maa syaa Allahu kaana/

Jika demikian maka artinya dalam bahasa Indonesia adalah: “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”.

Ringkasnya, “maa syaa Allah” bisa diterjemahkan dengan dua terjemahan, “inilah yang diinginkan oleh Allah” atau “apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi”.

Maka ketika melihat hal yang menakjubkan, lalu kita ucapkan “Masya Allah” (ما شاء الله), artinya kita menyadari dan menetapkan bahwa hal yang menakjubkan tersebut semata-mata terjadi karena kuasa Allah.

Semoga lisan-lisan kita dapat senantiasa dibasahi ucapan dzikir kepada Allah Ta’ala.
Wabillahit taufiq.


*****

✍ *Penulis:*
Akh Muhammad Rezki, ST, M.Eng
https://muslim.or.id/21845-apa-arti-masya-allah.html
...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Lupa Makan Yahh

"Jangan lupa makan yahh!" "Udah Sarapan?" "Udah makan belum?" Ini kata yang sering sekali kita dengar kan? Mungkin itu dari teman, orang tua, sahabat, maupun orang spesial, hehe Taukah kita semua kalimat itu bukan pertanyaan biasa lohh, Yups pertanyaan itu benar-benar bermakna. Mengapa? Itu artinya orang-orang tersebut benar-benar perhatian kepada kita. Sebab mereka tahu akan pentingnya makan bagi tubuh kita. Walaupun dewasa ini banyak orang yang kadang mengesampingkan urusan makan atau menundanya dengan alasan sibuk, buru-buru, kerja tugas, main game, atau mengejar deadline lainnya. Hingga tak jarang juga mengabaikan nada dering alami dari perutnya, dengan jawaban "sebentarlah, dikit lagi!" Muaranya perut jadi nyeri inilah awal dari munculnya penyakit. Secara universal makanan dibutuhkan oleh manusia untuk bertahan hidup sehingga dengan ini makanan disebut sebagai kebutuhan yang wajib dipenuhi. Ada beragam makanan yang dikonsumsi ole...

LAPORAN ANALISIS SIKLUS PERENCANAAN DAN EVALUASI PROMOSI KESEHATANDI PUSKESMAS L KEC M KAB. K

LAPORAN ANALISIS SIKLUS PERENCANAAN DAN EVALUASI PROMOSI KESEHATANDI PUSKESMAS L KEC M KAB. K OLEH : HAISA LOKASI PENELITIAN : PUSKESMAS L KEC M KAB. K  WAKTU PENELITIAN : KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 TAHAP ANALISA SITUASI Melalui hasil observasi dan wawancara, diperoleh data bahwa puskesmas  L juga telah melakukan tahapan yang pertama yaitu analisis situasi dimana puskesmas telah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dalam penyusunan perencanaan tingkat puskesmas, baik data umum maupun datakhusus. Misalnya data wilayah kerja, data penduduk, data sumber daya, data sekolah, data kematian, data kunjungan kesakitan, data KLB (Kejadian Luar Biasa), dan data lainnya. Pengambilan data yang dilakukan Puskesmas L adalah melalui Survey mawas diri ( SMD). Survey mawas diri (SMD) adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan (Depkes RI, 2007) IDENTIFIKASI MASALAH Proses identi...